Pemasangan Depot Air Minum Isi Ulang Tunjung Burneh Bangkalan Jatim

Pemasangan Depot Air Minum Isi Ulang Tunjung Burneh Bangkalan Jatim

INVIRO.CO.ID – Pemasangan Depot Air Minum Isi Ulang Tunjung Burneh Bangkalan Jatim
Nama Konsumen / Pembeli : Pak Dedy
Nama Depot Air Minum : TIRTA BANDA
Lokasi / Alamat Pemasangan : Jln Laut Banda 3 C No 10, Kel Tunjung, Kec. Mburneh, Kab Bangkalan Jawa Timur
Rute Menuju Lokasi : Google Maps
Paket DAMIU yang di pilih adalah : DAMIU Paket D | Etalase No 11 ( Warna Putih ) + Ongkos Kirim ke Lokasi.
Unit DAMIU Terpasang Dilokasi Pada Tanggal : 06 September 2019

Jika Bapak/Ibu Sedang Akan Membeli / Memasang Mesin Alat Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) Dengan Harga Yang Cukup Terjangkau dan Produk Yang Berkualitas, Maka Anda Sudah Berada Pada Website Yang Tepat.

Bagi bapak/ibu yang berlokasi di Tunjung Burneh Bangkalan Jatim dan sekitarnya, yang hendak ingin membuka usaha Depot Air Minum Isi Ulang seperti Pak Dedy ini, baik usaha Air Minum Isi Ulang RO maupun usaha Air Minum Isi Ulang Mineral biasa dan varian Produk Jenis Air Minum Lainnya, silahkan feel free saja untuk menghubungi kami untuk :

  • Untuk mendapatkan harga penawaran terbaik dari kami, dan Paket Produk DAMIU apa yang semestinya anda pilih dan potensial untuk jualan di daerah anda.
  • Tanya-tanya / konsultasi ke kami terlebih dahulu mengenai serba-serbi usaha Depot Air Minum Isi Ulang seperti apa.
  • Bagaimana cara memulai usaha Depot Air Minum Isi Ulang.
  • Seperti apa saja kiat sukses didalam ber-bisnis / usaha Depot Air Minum Isi Ulang ini dan lain sebagainya.

Silahkan feel free saja untuk tanya-tanya / konsultasi ke nomor kontak kami yang tertera Disini, dan pastikan anda mendapatkan layanan secara professional dari kami. Tanya-tanya / konsultasi gratis, silahkan, Kami Tunggu Ya.

Berikut ini adalah galeri / dokumentasi foto-foto installasi / pemasangan unit DAMIU dilokasi Pak Dedy
Air Minum Isi Ulang Tunjung Burneh Bangkalan

Air Minum Isi Ulang Tunjung Burneh Bangkalan

Informasi Tambahan Sekilas Tentang Tunjung Burneh Bangkalan Jatim

Tunjung adalah salah satu Kelurahan yang terletak di wilayah Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Burneh adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Daerah ini terletak di Pulau Madura.

Kabupaten Bangkalan (Pegon: بَڠْكَلَنْ/بَڠْكَلَانْ)adalah sebuah kabupaten di Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Bangkalan. Kabupaten ini terletak di ujung paling barat Pulau Madura; berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Sampang di timur serta Selat Madura di selatan dan barat.

Pelabuhan Kamal merupakan pintu gerbang Madura dari Jawa, di mana terdapat layanan kapal feri yang menghubungkan Madura dengan Surabaya (Pelabuhan Ujung). Saat ini telah beroperasi Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia. Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam kawasan metropolitan Surabaya, yaitu Gerbangkertosusila.

Kabupaten Bangkalan terdiri atas 18 kecamatan yang dibagi lagi atas sejumlah 273 desa dan 8 kelurahan. Pusat pemerintahannya berada di Kecamatan Bangkalan.

Sejak diresmikannya Jembatan Suramadu, Kabupaten Bangkalan menjadi gerbang utama Pulau Madura serta menjadi salah satu destinasi wisata pilihan di Jawa Timur, baik dari keindahan alamnya (Bukit Jaddih, Gunung Geger, Pemandian Sumber Bening -Langkap – Modung dsb); budaya (Karapan sapi, dsb), serta wisata kuliner di antaranya adalah nasi bebek khas Madura.

Masa Pra Islam berlangsung hingga pemerintahan Cakraadiningrat VI. Ketika itu, Madura Barat (Bangkalan) masih dominan beragama Hindu dan Budha. Wilayahnya meliputi dari Plakaran Ke Arosbaya, Pragalba ke Pratanu (Lemah Dhuwur). Cakraningrat I, Anak Angkat Sultan Agung, menjadi raja di Madura Barat (Bangkalan) pada masa ini. Masa itu, Bangkalan lebih dikenal dengan sebutan Madura Barat, kemungkinan lebih ditekankan pada alasan geografis karena Kabupaten Bangkalan memang terletak di ujung barat Pulau Madura.[butuh rujukan]

Lihat Juga >>  Pemasangan Air Minum Isi Ulang Rangkasbitung Serang Banten

Pulau Madura memang sudah terbagi sejak sebelum masa masuknya agama Islam. Bahkan, tiap bagian memiliki sejarah dan legenda sendiri. Menurut legenda, sejarah Madura barat bermula dari munculnya seorang raja dari Gili Mandangin (sebuah pulau kecil di selat Madura) atau lebih tepatnya di daerah Sampang. Nama raja tersebut adalah Lembu Peteng, yang masih merupakan putra Majapahit hasil perkawinan dengan putri Islam asal Campa. Lembu Peteng juga seorang santri Sunan Ampel dan dikenal sebagai penguasa Islam pertama di Madura Barat. Dalam perkembangan sejarahnya, Madura pernah diperintah oleh penguasa non muslim, berasal dari kerajaan Singasari dan Majapahit. Hal ini diperkuat dengan adanya pernyataan Tome Pires (1944: 227) yang mengatakan, pada permulaan dasawarsa abad ke-16, raja Madura belum masuk Islam. Dan dia adalah seorang bangsawan mantu Gusti Pate dari Majapahit. Pernyataan itu diperkuat dengan adanya temuan arkeologis, baik yang bernafaskan Hindu dan Bhudda.

Temuan tersebut ditemukan di Desa Kemoning, berupa sebuah lingga yang memuat inskripsi. Sayangnya, tidak semua baris kalimat dapat terbaca. Dari tujuh baris yang terdapat di lingga tersebut, pada baris pertama tertulis, I Caka 1301 (1379 M), dan baris terakhir tertulis, Cadra Sengala Lombo, Nagara Gata Bhuwana Agong (Nagara: 1, Gata: 5, Bhuwana: 1, Agong: 1) bila dibaca dari belakang, dapat diangkakan menjadi 1151 Caka 1229 M. Temuan lainnya berupa fragmen bangunan kuno, yang merupakan situs candi yang oleh masyarakat setempat dianggap reruntuhan kerajaan kecil.

Juga ditemukan reruntuhan gua yang dikenal masyarakat dengan nama Somor Dhaksan, lengkap dengan candhra sengkala memet bergambar dua ekor kuda mengapit raksasa. Berangkat dari berbagai temuan itulah, diperoleh gambaran bahwa antara tahun 1105 M sampai 1379 M atau setidaknya masa periode Singasari dan Majapahit akhir, terdapat adanya pengaruh Hindu dan Bhudda di Madura barat.

Wisata Religi

  • Makam Syaikhona Muhammad Kholil di Martajasah Bangkalan
  • Makam Bujuk Cendana di Kwanyar Bangkalan
  • Sunan Bangkalan/Raden Jakandar
  • Perahu Sarimuna Peninggalan Syaichona Muhammad Cholil
  • Pesarean Makam Zimat Sayyid Husein bin Assegaf

Wisata Sejarah

  • Makam raja-raja Bangkalan di Aermata Arosbaya
  • Benteng ERFPRINS
  • Mercusuar Sembilangan
  • Benteng Tjakraningrat IV Tanjoeng Piring
  • Patirtan Tjakraningrat IV Tanjoeng Piring
  • Museum Cakraningrat

Wisata Alam

  • Sumber Mata Air / Pemandian Kec.Modung ( sumber bening – Langkap )
  • Bukit Geger
  • Pantai Siring Kemuning di desa Macajah, Tanjungbumi
  • Pantai Rongkang
  • Pantai Basmalah
  • Pantai Maneron. Sumber

Sekian informasi dari INVIRO.CO.ID mengenai Pemasangan Depot Air Minum Isi Ulang Tunjung Burneh Bangkalan Jatim semoga bermanfaat bagi bapak/ibu semuanya, Terimakasih Selamat Berbelanja di INVIRO, Semoga Kesuksesan, Kesehatan & Kebahagiaan Senantiasa Dilimpahkan Kepada Bapak/Ibu Sekeluarga Sekalian.

Tags: Bukit Geger Pantai Basmalah Pantai Rongkang

Related Post "Pemasangan Depot Air Minum Isi Ulang Tunjung Burneh Bangkalan Jatim"

Pemasangan Depot Air Minum Isi Ulang Maguwoharjo Depok Sleman Jogja
Pemasangan Depot Air Minum Isi Ulang Maguwoharjo

Leave a reply "Pemasangan Depot Air Minum Isi Ulang Tunjung Burneh Bangkalan Jatim"