Solusi Air RO Yang Pahit Agar Menjadi Segar

Solusi Air RO Yang Pahit Agar Menjadi Segar

Solusi Air RO Yang PahitBanyak sekali kami jumpai para pengusaha-pengusaha depot air minum RO yang mengeluhkan hasil produksi Air RO mereka yang rasanya pahit, terasa serak di tenggorokan ketika diminum, rasanya tidak enak, dan sebagainya,

Keluhan-keluhan seperti itu biasa kami terima dari para pengusaha depot air minum RO yang memesan mesin RO dari provider lain, mereka berkonsultasi kepada kami kenapa hasil produksi air minum RO saya kok rasanya pahit ya pak? ketika diminum air sudah tertelan sampai keperut, tapi kok ditenggorokan rasanya serak, seperti masih ada yang nyangkut di tenggorokan ya? dan lain sebagainya.

Kami mempunyai alat untuk mendukung mesin RO Anda menghasilkan air yang sangat enak, segar dan tentu tidak terasa pahit. Alat tersebut termasuk salah satu alat best seller kami (paling banyak terjual) , karena terbukti dan teruji. ya, alat tersebut adalah “Bio Magnetized Micron” percayakan solusi air minum RO anda yang pahit kepada kami.

Yang menyebabkan air RO terasa pahit karena olahan air RO tersebut Ph nya tidak seimbang, terlalu rendah atau terlalu tinggi, PH adalah tingkatan asam basa suatu larutan yang diukur dengan skala 0 s/d 14. Tinggi rendahnya PH air sangat dipengaruhi oleh kandungan mineral lain yang terdapat dalam air. PH air standar adalah 6,5 s/d 8,5. PH Air dibawah 6,5 disebut asam, sedangkan PH Air diatas 8,5 disebut basa. PH Air yang normal untuk berbagai peggunaan seperti :
– Air minum mineral antara 6,5 s/d 8,5
– Air minum Reverse Osmosis / Demineral antara 5,0 s/d 7,5
– Ikan hias di aquarium antara 6,5 s/d 7,5
Pengaruh pH terhadap air adalah sangat besar, untuk usaha air minum jika PH air terlalu rendah akan berasa pahit /asam, sedangkan jika terlalu tinggi maka air akan berasa tidak enak (kental/licin). Untuk ikan hias PH yang terlalu rendah atau tinggi akan menyebabkan ikan tersebut mati.

Lihat Juga >>  Air RO Reverse Osmosis - Air Kesehatan

Referensi tentang PH Air

pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Ia didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut. Koefisien aktivitas ion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental, sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. Skala pH bukanlah skala absolut. Ia bersifat relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang pH-nya ditentukan berdasarkan persetujuan internasional.

Konsep pH pertama kali diperkenalkan oleh kimiawan Denmark Søren Peder Lauritz Sørensen pada tahun 1909. Tidaklah diketahui dengan pasti makna singkatan “p” pada “pH”. Beberapa rujukan mengisyaratkan bahwa p berasal dari singkatan untuk powerp (pangkat), yang lainnya merujuk kata bahasa Jerman Potenz (yang juga berarti pangkat), dan ada pula yang merujuk pada kata potential. Jens Norby mempublikasikan sebuah karya ilmiah pada tahun 2000 yang berargumen bahwa p adalah sebuah tetapan yang berarti “logaritma negatif”.

Air murni bersifat netral, dengan pH-nya pada suhu 25 °C ditetapkan sebagai 7,0. Larutan dengan pH kurang daripada tujuh disebut bersifat asam, dan larutan dengan pH lebih daripada tujuh dikatakan bersifat basa atau alkali. Pengukuran pH sangatlah penting dalam bidang yang terkait dengan kehidupan atau industri pengolahan kimia seperti kimia, biologi, kedokteran, pertanian, ilmu pangan, rekayasa (keteknikan), dan oseanografi. Tentu saja bidang-bidang sains dan teknologi lainnya juga memakai meskipun dalam frekuensi yang lebih rendah. (Sumber)

Tags: Aquarium Basa Demineral Keasaman

Related Post "Solusi Air RO Yang Pahit Agar Menjadi Segar"

Waspada Apakah Galon Air Minum Anda BerKode PET – PETE
Waspada Apakah Galon Air Minum Anda BerKode
Lowongan Kerja Customer Service 2 Orang
Lowongan Kerja Customer Service 2 Orang Dibutuhkan
Silahkan, Anda Juga Bisa Konsultasi / Tanya-tanya ke kami terlebih dahulu Via FB Comment Berikut ini :