- 14%

ElektroLisa Air Elektrolizer Dompet Pocket

Rp 110.500 Rp 95.000

Jual ElektroLisa Air Elektrolizer Dompet Pocket dan temukan produk Peralatan / Komponen Water Treatment dengan harga terbaik. Temukan daftar harga Peralatan Kebutuhan Air Minum unggulan lainnya hanya di Inviro. Dapatkan produk yang anda cari dengan harga yang murah, koleksi parts / komponen yang komplit serta kualitas produk terbaik, dan layanan pembelian COD hanya di toko Inviro.

Product Description

ElektroLisa Air Elektrolizer Dompet Pocket

Kami menjual alat elektrolisa air yaitu alat untuk memunculkan partikel kandungan logam (unsur terlarut) yang terbawa oleh air dan tidak tampak oleh mata.
Dengan bantuan elektroda positif dan negatif ini air minum dipecah menjadi ion positif dan ion negatif sehingga ion oksigen akan bereaksi (meng-oksidasi) kandungan logam yang terlarut dalam air sehingga berubah menjadi gumpalan (coagulan) dan menimbulkan warna khusus. Bermacam-macam warna yang ditimbulkan oleh proses elektrolisa ini, tabel warna lengkap hasil elektrolisa seperti tercantum di bawah. Memang unsur yang terlarut dalam air ini bisa berupa mineral yang bermanfaat bagi tubuh, juga bisa berupa kandungan unsur logam yang bisa menimbulkan penyakit. Pengguna elektrolisa ini diminta untuk berhati-hati terhadap kenyataan hasil elektrolisa. Masih perlu diteliti lagi di laboratorium untuk diperiksa secara detail mengenai kandungan unsur logam yang terlarut maupun kandungan mineral yang terlarut di dalam air tersebut. Manakah yang lebih besar kandungannya? Jika mineralnya lebih banyak bersyukurlah, jika kandungan logamnya lebih banyak berhati-hatilah dan disarankan untuk memeriksa lebih mendetail di laboratorium. Hal ini disebabkan ada aturan mengenai ambang batas kandungan logam yang terlarut di dalam air minum, jika melebihi ambang ini maka berisiko terhadap kesehatan.

ElektroLisa Air Elektrolizer Dompet Pocket

ElektroLisa Air Elektrolizer Dompet Pocket

ElektroLisa Air Elektrolizer Dompet Pocket

ElektroLisa Air Elektrolizer Dompet Pocket

ElektroLisa Air Elektrolizer Dompet Pocket

ElektroLisa Air Elektrolizer Dompet Pocket

ElektroLisa Air Elektrolizer Dompet Pocket

ElektroLisa Air Elektrolizer Dompet Pocket


Elektrolisis merupakan proses kimia yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia. Komponen yang terpenting dari proses elektrolisis ini adalah elektrode dan larutan elektrolit.
Elektroda yang digunakan dalam proses elektolisis dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
Elektroda inert, seperti kalsium (Ca), potasium, grafit (C), Platina (Pt), dan emas (Au).
Elektroda aktif, seperti seng (Zn), tembaga (Cu), dan perak (Ag).

Elektrolitnya dapat berupa larutan berupa asam, basa, atau garam, dapat pula leburan garam halida atau leburan oksida. Kombinasi antara larutan elektrolit dan elektrode menghasilkan tiga kategori penting elektrolisis, yaitu:
Elektrolisis larutan dengan elektrode inert
Elektrolisis larutan dengan elektrode aktif
Elektrolisis leburan dengan elektrode inert

Pada elektrolisis, katode merupakan kutub negatif dan anode merupakan kutub positif. Pada katode akan terjadi reaksi reduksi dan pada anode terjadi reaksi oksidasi. Contoh-contoh reaksi elektrolisis adalah sebagai berikut:

Penerapan dalam industri
Elektrolisis yang pertama dicoba adalah elektrolisis air (1800). Davy segera mengikuti dan dengan sukses mengisolasi logam alkali dan alkali tanah. Bahkan hingga kini elektrolisis digunakan untuk menghasilkan berbagai logam. Elektrolisis khususnya bermanfaat untuk produksi logam dengan kecenderungan ionisasi tinggi (misalnya aluminum). Produksi aluminum di industri dengan elektrolisis dicapai tahun 1886 secara independen oleh penemu Amerika Charles Martin Hall (1863-1914) dan penemu Perancis Paul Louis Toussaint Héroult (1863-1914) pada waktu yang sama. Sukses elektrolisis ini karena penggunaan lelehan Na3AlF6 sebagai pelarut bijih (aluminum oksida; alumina Al2O3)

Sebagai syarat berlangsungnya elektrolisis, ion harus dapat bermigrasi ke elektroda. Salah satu cara yang paling jelas agar ion mempunyai mobilitas adalah dengan menggunakan larutan dalam air. Namun, dalam kasus elektrolisis alumina, larutan dalam air jelas tidak tepat sebab air lebih mudah direduksi daripada ion aluminum sebagaimana ditunjukkan di bawah ini.
Al3+ + 3e-–> Al potensial elektroda normal = -1,662 V (10.38)
2H2O +2e-–> H2 + 2OH- potensial elektroda normal = -0,828 V (10.39)
Metoda lain adalah dengan menggunakan lelehan garam. Namun Al2O3 meleleh pada suhu sangat tinggi, sekitar 2050 °C, dan elektrolisis pada suhu setinggi ini jelas tidak mungkin. Namun, titik leleh campuran Al2O3 dan Na3AlF6 adalah sekitar 1000 °C, dan suhu ini mudah dicapai. Prosedur detailnya adalah: bijih aluminum, bauksit mengandung berbagai oksida logam sebagai pengotor. Bijih ini diolah dengan alkali, dan hanya oksida aluminum yang amfoter yang larut. Bahan yang tak larut disaring, dan karbon dioksida dialirkan ke filtratnya untuk menghasilkan hidrolisis garamnya. Alumina akan diendapkan.

Al2O3(s) + 2OH-(aq)–> 2AlO2- (aq) + H2O(l) (10.40) 2CO2 + 2AlO2 -(aq) + (n+1)H2O(l) –> 2HCO3- (aq) + Al2O3·nH2O(s) (10.41)
Alumina yang didapatkan dicampur dengan Na3AlF6 dan kemudian garam lelehnya dielektrolisis. Reaksi dalam sel elektrolisi rumit. Kemungkinan besar awalnya alumina bereaksi dengan Na3AlF6 dan kemudian reaksi elektrolisis berlangsung.
Al2O3 + 4AlF63-–> 3Al2OF62- + 6F- (10.42)
Reaksi elektrodanya adalah sebagai berikut.
Elektroda negatif: 2Al2OF62- + 12F- + C –> 4AlF63- + CO2 + 4e- (10.43)
Elektroda positif: AlF63- + 3e-–> Al + 6F- (10.44)
Reaksi total: 2Al2O3 + 3C –> 4Al + 3CO2 (10.45) Kemurnian aluminum yang didapatkan dengan prosedur ini kira-kira 99,55 %. Aluminum digunakan dalam kemurnian ini atau sebagai paduan dengan logam lain. Sifat aluminum sangat baik dan, selain itu, harganya juga tidak terlalu mahal. Namun, harus diingat bahwa produksi aluminum membutuhkan listrik dalam jumlah sangat besar.

Penerapan elektrolisis lainnya adalah penyepuhan logam, yaitu proses pemurnian logam dari pengotor, seperti pemurnian tembaga untuk pembuatan kabel listrik. Contoh lainnya adalah proses pelapisan perak kepada peralatan makan seperti sendok dan garpu. (Sumber)

Terhadap masalah mineral ini kita disarankan untuk memanfaatkan mineral yang berasal dari buah dan sayuran atau tumbuhan atau dari berbagai jenis makanan yang kita makan sehari-hari. Sebab mineral dari buah dan sayur atau makanan lebih mudah diserap oleh tubuh manusia. Hal ini dikarenakan mineral yang berasal dari tumbuhan sudah mengalami proses fotosintesis oleh tumbuhan dengan mengandalkan energi cahaya matahari (dalam bahasa awam sudah dimasak oleh tumbuhan). Sedangkan mineral yang berasal dari air adalah mineral organik dan anorganik dari tanah yang terlarut oleh air saat berada di dalam tanah. Ingatlah akan kenyataan bahwa air adalah pelarut universal yang sempurna dimana dia akan melarutkan semua yang dilewatinya. Jika dia melewati tanah berkapur (CaCO3) maka dia akan banyak mengandung Calsium (Ca). Memang benar tubuh kita memerlukan Calsium untuk pertumbuhan tulang kita namun apakah tubuh kita mau menyerap Calsium yang berasal dari kapur? Tentunya tidak, sebab Calsium dari kapur adalah calsium anorganik yang tidak siap untuk diserap oleh sel-sel tubuh kita. Calsium ini masih memerlukan proses fotosintesis oleh tumbuhan dan energi matahari sebagai proses alamiah yang dilakukan oleh tumbuhan. Tumbuhan akan memberikan hadiah kepada manusia hasil fotosintesis ini dalam bentuk buah dan sayuran yang manis dan lezat untuk dikonsumsi oleh kita. Inilah karunia tuhan yang ditugaskan kepada tumbuhan dan hasil dari tugas ini dipersembahkan untuk manusia, bersyukurkah kita?? Demikian juga jika air mengalir dalam tanah yang banyak mengandung besi, aluminium, magnesium, arsenik kira-kira apa saja yang terlarut di dalam air tersebut??

Dengan mengetahui ini apakah kita masih mau mengkonsumsi langsung air seperti ini??? Tentu saja kita menjadi takut karenanya. Tetapi lagi-lagi Tuhan tidak sekejam itu kepada manusia, Dia memberi karunia lagi kepada manusia berupa sepasang ginjal yang sangat sempurna dalam menyaring air minum yang masuk ke tubuh kita. Ginjal bekerja otomatis menyaring logam-logam yang tidak berguna ini dan dibuang dalam bentuk urine atau faeces. Lalu kita yang mengetahui proses didalam dan di luar tubuh ini akan membiarkan terus menerus kepada ginjal untuk menyaring kotoran logam yang tidak berguna sampai bertahun-tahun? Sampai kapan ginjal kita mampu menyaring terus? Lalu kenapa ada orang yang sakit gagal ginjal, batu ginjal, penyumbatan kapur, penyumbatan pembuluh darah dll? Bagaimana kalau ginjal kita sudah sakit, tidak bisa menyaring lagi? Bantulah tugas ginjal kita, ringankan penyaringan oleh ginjal, kurangi beban dia, jika kita ingin berumur panjang. Aturlah asupan air minum dan makanan yang kita makan sehari-hari, kontrollah yang masuk ke tubuh kita. Menyadari pentingnya asupan air minum ini maka Kemenkes RI memberikan ambang batas normal kandungan masing masing logam yang boleh terlarut didalam air minum. Ringkasan dari Peraturan Kemenkes bisa dilihat dibawah ini.

Silahkan, Anda Juga Bisa Konsultasi / Tanya-tanya ke kami terlebih dahulu Via FB Comment Berikut ini :
Must read×