Pemasangan Depot Air Minum Isi Ulang Prambon Sidoarjo

Depot Air Minum Isi Ulang Prambon Sidoarjo

Nama Konsumen Pemesan : Pak Eko Sumariyanto
Nama Depot Air Minum : Asthana Tirta
Lokasi / Alamat Pemasangan : Jl.Raya Watutulis-Prambon, RT.001 RW04,Kec.Prambon, Kab.Sidoarjo
Rute Menuju Lokasi : Patokannya dari jogja bisa lewat jalur utara atau jalur selatan..nanti cari arah kota krian, dari krian cari arah ke daerah prambon /mojosari nanti dari arah krian rumah nya ada di sebelah kanan jalan , 0.5 km dari makam cina
Paket DAMIU yang di pilih adalah : Paket Kombinasi Mineral dan RO 200 GPD
Ongkos Kirim borongan carter menggunakan Truk Jogja – Sidoarjo : Rp. 1.500.000,-

Bagi warga Prambon Sidoarjo dan sekitarnya yang hendak ingin membuka usaha depot air minum isi ulang seperti Pak Eko Sumariyanto, baik usaha Air Minum Isi Ulang RO maupun usaha Air Minum Isi Ulang Mineral, silahkan feel free saja untuk meghubungi kami untuk mendapatkan harga penawaran terbaik dari kami, silahkan menghubungi kami untuk bertanya-tanya, berkonsultasi terlebih dahulu mengenai serba-serbi Usaha Depot Air Minum Isi ulang, bagaimana cara memulai usaha depot air minum isi ulang, seperti apa saja kiat sukses bisnis / usaha Depot Air Minum Isi Ulang dan lain sebagainya. tanya-tanya / konsultasi Gratis, silahkan.

Berikut ini adalah Galeri/Dokumentasi foto-foto installasi/pemasangan dilokasi Pak Eko Sumariyanto Prambon Sidoarjo

Depot Air Minum Isi Ulang Prambon Sidoarjo

Training Unit DAMIU di lokasi Pak Eko

Ulasan Singkat Sekilas Tentang Prambon Sidoarjo

Prambon adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan ini berbatasan langsung dengan Kecamatan Mojosari dan Kecamatan Pungging (Kabupaten Mojokerto). Batas langsung Kecamatan Prambon dengan Kabupaten Mojokerto adalah Sungai Porong.
Sidoarjo dulu dikenal sebagai pusat Kerajaan Janggala. Pada masa kolonialisme Hindia Belanda, daerah Sidoarjo bernama Sidokare, yang merupakan bagian dari Kabupaten Surabaya. Daerah Sidokare dipimpin oleh seorang patih bernama R. Ng. Djojohardjo, bertempat tinggal di kampung Pucang Anom yang dibantu oleh seorang wedana yaitu Bagus Ranuwiryo yang berdiam di kampung Pangabahan. Pada 1859, berdasarkan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. 9/1859 tanggal 31 Januari 1859 Staatsblad No. 6, daerah Kabupaten Surabaya dibagi menjadi dua bagian yaitu Kabupaten Surabaya dan Kabupaten Sidokare. Sidokare dipimpin R. Notopuro (kemudian bergelar R.T.P. Tjokronegoro) yang berasal dari Kasepuhan. Ia adalah putra dari R.A.P. Tjokronegoro, Bupati Surabaya. Pada tanggal 28 Mei 1859, nama Kabupaten Sidokare yang memiliki konotasi kurang bagus diubah namanya menjadi Kabupaten Sidoarjo. Setelah R. Notopuro wafat tahun 1862, maka kakak almarhum pada tahun 1863 diangkat sebagai bupati, yaitu Bupati R.T.A.A. Tjokronegoro II yang merupakan pindahan dari Lamongan. Pada tahun 1883 Bupati Tjokronegoro pensiun, sebagai gantinya diangkat R.P. Sumodiredjo pindahan dari Tulungagung tetapi hanya 3 bulan saja menjabat sebagai Bupati karena wafat pada tahun itu juga, dan R.A.A.T. Tjondronegoro I diangkat sebagai gantinya. Pada masa Pedudukan Jepang (8 Maret 1942 – 15 Agustus 1945), daerah delta Sungai Brantas termasuk Sidoarjo juga berada di bawah kekuasaan Pemerintahan Militer Jepang (yaitu oleh Kaigun, tentara Laut Jepang). Pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah pada Sekutu. Permulaan bulan Maret 1946 Belanda mulai aktif dalam usaha-usahanya untuk menduduki kembali daerah ini. Ketika Belanda menduduki Gedangan, pemerintah Indonesia memindahkan pusat pemerintahan Sidoarjo ke Porong. Daerah Dungus (Kecamatan Sukodono) menjadi daerah rebutan dengan Belanda. Tanggal 24 Desember 1946, Belanda mulai menyerang kota Sidoarjo dengan serangan dari jurusan Tulangan. Sidoarjo jatuh ke tangan Belanda hari itu juga. Pusat pemerintahan Sidoarjo lalu dipindahkan lagi ke daerah Jombang. Pemerintahan pendudukan Belanda (dikenal dengan nama Recomba) berusaha membentuk kembali pemerintahan seperti pada masa kolonial dulu. Pada November 1948, dibentuklah Negara Jawa Timur salah satu negara bagian dalam Republik Indonesia Serikat. Sidoarjo berada di bawah pemerintahan Recomba hingga tahun 1949. Tanggal 27 Desember 1949, sebagai hasil kesepakatan Konferensi Meja Bundar, Belanda menyerahkan kembali Negara Jawa Timur kepada Republik Indonesia, sehingga daerah delta Brantas dengan sendirinya menjadi daerah Republik Indonesia.
Arti Lambang:
Lambang Daerah Kabupaten Sidoarjo terdiri dari 5 bagian :
Sebuah segilima beraturan yang sisi-sisinya berbentuk kurung kurawal melambangkan : Falsafah Pancasila yang juga mengandung arti bahwa rakyat Daerah Kabupaten Sidoarjo telah mentrapkan ajaran Pancasila dengan tertib dan pasti,
Sebuah bintang bersudut lima melambangkan : KeTuahanan Yang Maha Esa yang menggambarkan kehidupan ber-KeTuhanan / beragama dari rakyat Daerah Kabupaten Sidoarjo
Setangkai padi, depalan belas butir dan sebatang tebu lima ruas dengan bentuk bulat melambangkan : Hasil bumi yang paling penting dalam daerah Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan bentuk yang membulat dari padi dan tebu tersebut menggambarkan kebulatan tekad untuk membangun masyarakat yang adil dan makmur. 18 (delapan belas) butir padi menunjukkan banyaknya Kecamatan dalam daerah Kabupaten Sidoarjo.
Ikan bandeng dan ikan udang membentuk hurus ” S ” melambangkan : Hasil tambak dalam daerah Kabupaten Sidoarjo. Bentuk hurus ” S ” dari ikan bandeng dan ikan udang tersebut menunjukkan huruf pertama dari Sidoarjo
Arti Warna:
Warna Biru Laut pada lambang berarti air yang menggambarkan bahwa Daerah Kabupaten Sidoarjo yang terkenal dengan nama : “DELTA BRANTAS” dikelilingi air yaitu sungai dan laut. Warna biru laut yang terlepas dalam lingkaran padi dan tebu berarti air yang menggambarkan bahwa daerah Kabupaten Sidoarjo adalah daerah tambak yang banyak menghasilkan ikan bandeng dan ikan udang.
Warna dasar Hijau menggambarkan kesuburan daerah Kabupaten Sidoarjo (Delta Brantas)
Warna Kuning pada bintang, padi, tebu dan pita menggambarkan kesejahteraan rakyat Kabupaten Sidoarjo
Warna Hitam pada tebu, ikan bandeng, ikan udang dan tulisa Kabupaten Sidoarjo menggambarkan keteguhan Iman rakyat daerah Kabupaten Sidoarjo.
5 Warna Abu-abu ikan bandeng dan ikan udang adalah warna pelengkap.

Lihat Juga >>  Pemasangan Depot Air Minum Isi Ulang Bantul Jogja

Slogan:
(Pertanian Maju, Andalan Industri, Bersih, Rapi, Serasi, Hijau, Sehat, Indah dan Nyaman) Artinya Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah pertanian yang subur sebagai lumbung pangan, mempertahankan pertanian yang maju agar bisa swasembada pangan dengan cara identifikasi pertanian dan menggunakan mekanisasi teknologi tepat guna, di samping itu mendorong perkembangan industri yang semakin meningkat, maka kedua hal ini harus berkembang secara serasi. Selain itu masyarakat Kabupaten Sidoarjo berbudaya hidup dengan lingkungan yang bersih, rapi, serasi, hijau, sehat, indah dan nyaman.
(Sumber)

Tags: Jombang Porong

Related Post "Pemasangan Depot Air Minum Isi Ulang Prambon Sidoarjo"

Pemasangan Depot Air Minum Kota Solo Jawa Tengah
Pemasangan Depot Air Minum Kota Solo Jawa
Pemasangan Depot Air Minum Isi Ulang Kab Tegal Jawa Tengah
Pemasangan Depot Air Minum Isi Ulang Kab
Pengiriman Depot Air Minum Isi Ulang Kota Tidore Maluku Utara
Pengiriman Depot Air Minum Isi Ulang Kota
Pemasangan Depot Air Minum Isi Ulang Banten
Pemasangan Depot Air Minum Isi Ulang Banten
Silahkan, Anda Juga Bisa Konsultasi / Tanya-tanya ke kami terlebih dahulu Via FB Comment Berikut ini :