Mencegah Diabetes Yang Tepat dan Benar

Mencegah Diabetes

Mencegah DiabetesPada umumnya penyakit diabetes ini ditemukan di daerah perkotaan. banyak yang menganggap bahwa penyakit diabetes ini adalah penyakit keturunan padahal dari sejumlah penderita penyakit kencing manis ini sangat sedikit yang tercatat karena disebabkan oleh faktor keturunan.
Penyakit kencing manis pada umumnya diakibatkan oleh konsumsi makanan yang tidak terkontrol atau sebagai efek samping dari pemakaian obat-obat tertentu,
berikut ini faktor yang dapat menyebabkan seseorang beresiko terkena diabetes:

  1. Faktor keturunan
  2. Kegemukan / obesitas biasanya terjadi pada usia 40 tahun
  3. Tekanan darah tinggi
  4. Angka Triglycerid (salah satu jenis molekul lemak) yang tinggi
  5. Level kolesterol yang tinggi
  6. Gaya hidup modern yang cenderung mengkonsumsi makanan instan
  7. Merokok dan Stress
  8. Terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat
  9. Kerusakan pada sel pankreas

Mencegah Diabetes

Setelah mengetahui gejala tersebut, ada baiknya Anda mencegah, dan jika sudah terkena diabetes, segera mengendalikan kadar gula Anda. Caranya sebagai berikut:

  1. Jika Anda terlalu gemuk, segera kendalikan berat badan Anda.
  2. Hindari makanan berlemak, diawetkan atau goreng-gorengan. Sebaliknya, pilih makanan yang berserat tinggi dan glukosa kompleks.
  3. Kurangi makanan manis atau yang berkalori tinggi yang mengandung banyak glukosa.
  4. Minum banyak air
  5. Olahraga secara teratur
  6. Hindari merokok, karena penderita diabetes yang menyukai rokok lebih berisiko, karena kebiasaan mereka merusak jantung serta sistem sirkulasi, dan mempersempit pembuluh darah.
  7. Hindari alkohol dan softdrink
  8. Minum obat dari dokter atau bagi penderita diabetes tipe 1 sebaiknya menjalankan terapi insulin dengan teratur

KURANG TIDUR BISA DIABETES

Para peneliti di Université Laval’s Faculty of Medicine menemukan, orang yang tidur terlalu banyak atau kurang, memiliki kemungkinan untuk terjangkit diabetes tipe 2 atau kelainan toleransi glukosa.
Risikonya hingga 2,5 kali lebih tinggi pada orang yang tidur kurang dari 7-8 jam setiap malam. Penemuan tersebut dipublikasikan baru-baru ini pada situs journal Sleep Medicine.

Para peneliti dari studi tersebut Jean-Philippe Chaput, Angelo Tremblay dan Jean-Pierre Després of Université Laval, Claude Bouchard dari Pennington Biomedical Research Center di Baton-Rouge serta Arne Astrup dari the University of Copenhagen.

Mereka mengambil kesimpulan tersebut, setelah menganalisa pola hidup lebih dri 276 partisipan selama enam tahun. Sekitar 20% dari partisipan yang memiliki waktu tidur terlalu panjang atau pendek cenderung memiliki diabetes atau kelainan toleransi glukosa, dibandingkan hanya sekitar 7% dari partisipan yang memiliki waktu tidur normal.

Bahkan setelah mempertimbangkan dampak dari berbagai perbedaan indeks masa tubuh masing-masing partisipan, risiko diabetes dan resistensi insulin, tetap saja risiko mengalami diabetes tipe 2 atau kelainan toleransi glukosa tetap lebih tinggi dua kali lipat jika dibandingkan yang tidur lebih panjang atau pendek dengan yang tidur dengan waktu normal.

Para peneliti juga menggarisbawahi, risiko diabetes tidak hanya dari kebiasaan tidur. Semakin banyaknya penelitian membuktikan adanya hubungan yang erat antara tidur dan obesitas.

Peneliti mengobservasi orang dewasa yang tidur antara 7-8 jam setiap malam memiliki kemampuan optimal untuk melawan penyakit umum dan kematian pada usia muda.

Namun, tampaknya semakin sedikit orang yang tidur dalam waktu yang cukup. Survei yang dilakukan pada tahun 1960 menunjukkan para warga Amerika Serikat tidur sekitar 8-8,9 jam per malam. Sementara itu, pada tahun 1995, waktu tidur tersebut turun hingga 7 jam.

Terakhir, sebuah penelitian yang kemudian dilakukan oleh National Center for Health Statistics pada tahun 2004 menemukan, 1/3 orang dewasa usia 30-64 tahun tidur kurang dari 6 jam setiap malam. (sciencedaily/rin)

RESISTENSI INSULIN AKIBAT KURANG TIDUR

Resistensi (penolakan) insulin biasanya terjadi pada orang yang mengalami obesitas. Tapi studi terbaru menemukan orang sehat sekalipun bila kurang tidur satu malam saja bisa mengalami resitensi insulin.

Lihat Juga >>  Estimasi Rincian Modal Awal Usaha Pengisian Air Minum Isi Ulang

Resistensi insulin adalah suatu kondisi dimana sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap efek penurunan glukosa pada hormon insulin. Obesitas adalah salah satu penyebab resistensi insulin.

Tapi menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam The Endocrine Society’s Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism (JCEM), kurang tidur satu malam saja dapat memicu terjadinya resistensi insulin dan diabetes tipe 2.

“Waktu tidur yang singkat pada masyarakat Barat dalam dekade terakhir ini, menyebabkan peningkatan prevalensi resistensi insulin dan diabetes tipe 2,” ujar Esther Donga, MD Medical Center Universitas Leiden di Belanda dan penulis penelitian, seperti dilansir dari Medicalnewstoday, Jumat (7/5/2010).

Menurut Donga, hubungan antara peningkatan jumlah waktu tidur yang singkat dan prevalensi diabetes tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Temuannya menunjukkan bahwa tidur malam yang singkat memiliki pengaruh yang lebih besar dari regulasi metabolik pada penemuan sebelumnya.

Studi sebelumnya telah menemukan bahwa penurunan durasi tidur selama beberapa malam mengakibatkan gangguan toleransi glukosa.

Tapi studi yang dilakukan Donga adalah studi pertama yang meneliti efek kurang tidur satu malam pada sensitivitas insulin.

Dalam studi ini, peneliti mengamati sembilan orang yang sehat, setelah tidur malam normal (sekitar delapan jam), dan setelah empat jam tidur malam.

Sensitivitas insulin setiap peserta penelitian diukur dengan menggunakan metode klem euglycemic hyperinsulinemic.

Metode ini menggunakan kateter untuk infus glukosa dan insulin ke dalam aliran darah dan kemudian menentukan sensitivitas insulin dengan mengukur jumlah glukosa yang diperlukan untuk mengkompensasi tingkat insulin meningkat tanpa menyebabkan hipoglikemia (kadar gula darah rendah).

“Data kami menunjukkan bahwa sensitivitas insulin tidak tetap orang yang sehat, namun tergantung pada durasi tidur di malam sebelumnya,” kata Donga.

Donga mengatakan bahwa efek negatif dari tidur malam yang singkat pada toleransi glukosa yang diproduksi, setidaknya terjadi hanya dengan kurang tidur satu malam.

Dia juga menambahkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi apakah intervensi yang bertujuan meningkatkan durasi tidur mungkin bermanfaat dalam menstabilkan tingkat glukosa pada pasien dengan diabetes.

KURANG TIDUR

Sudah banyak penelitian yang menekankan pentingnya tidur untuk kesehatan. Riset terbaru menyatakan, anak yang jam tidurnya kurang dari delapan jam sehari berisiko mengalami kenaikan gula darah atau kondisi pra diabetes.

Hal tersebut disampaikan Dr Zhijie Yu dari Chinese Academy of Sciences in Shanghai. Dia mengatakan, kurang tidur akan memengaruhi gula darah, di luar faktor lain seperti usia, gender, pola makan, aktivitas fisik, berat badan, dan penyakit yang diderita.

Dalam risetnya, Yu dan timnya meneliti kaitan antara durasi tidur dan kadar gula darah pada 619 anak obesitas dan 617 anak non obesitas yang berusia 3-6 tahun dan tidak memeliki masalah gula darah.

Dari hasil wawancara dengan orangtua diketahui perbedaan waktu tidur antara anak obesitas dan non obesitas. Anak dengan berat badan ideal rata-rata tidur delapan jam atau lebih.

Sementara itu kadar gula darah yang tinggi (135 mg/dl) ditemukan pada anak yang kurang tidur, baik pada anak obesitas atau non obesitas. Sebagai perbandingan, 110 mg/dl sudah dikategorikan ke dalam pra diabetes dan 126 mg/dl sebagai diabetes.

Menurut Yu, seperti halnya pada orang dewasa, pada anak-anak juga ditemukan manfaat tidur cukup dalam menjaga keseimbangan kadar gula darah. Hasil riset ini dipublikasikan dalam Archieves of Pediatric and Adolescent Medicine. (Sumber)

Tags: Tips Sehat

Related Post "Mencegah Diabetes Yang Tepat dan Benar"

Contoh Etalase DESAIN CUSTOM diDesain Sesuai Permintaan User
Contoh Etalase DESAIN CUSTOM diDesain Sesuai Permintaan
Desain Lemari Etalase Depot Air Minum Isi Ulang
Desain Lemari Etalase Depot Air Minum Isi
Silahkan, Anda Juga Bisa Konsultasi / Tanya-tanya ke kami terlebih dahulu Via FB Comment Berikut ini :