Pemasangan Depot Air Minum Isi Ulang JL Letjen Tamansari Yogyakarta

Depot Air Minum Isi Ulang JL Letjen Tamansari Yogyakarta

Depot Air Minum Isi Ulang JL Letjen Tamansari Yogyakarta
Nama Konsumen Pemesan : Bapak Nur Cahyo
Nama Depot Air Minum : Amerta
Lokasi / Alamat Pemasangan : Jl. Letjen S. PArman 24 – Tamansari – Yogyakarta
Paket DAMIU yang di pilih adalah : Kombinasi 200 GPD
Ongkos Kirim Carter Borongan dari Jogja – Tamansari : Rp. Free

Bagi warga Tamansari dan sekitarnya yang hendak ingin membuka usaha depot air minum isi ulang seperti Bapak Nur Cahyo, baik usaha Air Minum Isi Ulang RO maupun usaha Air Minum Isi Ulang Mineral, silahkan feel free saja untuk meghubungi kami untuk mendapatkan harga penawaran terbaik dari kami, silahkan menghubungi kami untuk bertanya-tanya, ber-konsultasi terlebih dahulu mengenai serba-serbi Usaha Depot Air Minum Isi ulang, bagaimana cara memulai usaha depot air minum isi ulang, seperti apa saja kiat sukses didalam ber-bisnis / usaha Depot Air Minum Isi Ulang dan lain sebagainya. tanya-tanya / konsultasi Gratis, silahkan.

Berikut ini adalah Galeri/Dokumentasi foto-foto installasi/pemasangan dilokasi Bapak Nur Cahyo

Depot Air Minum Isi Ulang Jl Sultan Ageng Kedawung Cirebon

Finishing

Ulasan Singkat Sekilas Tentang Kota Tamansari

Taman Sari Yogyakarta atau Taman Sari Keraton Yogyakarta (Hanacaraka: Tamansari Ngayogyakarta) adalah situs bekas taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang dapat dibandingkan dengan Kebun Raya Bogor sebagai kebun Istana Bogor. Kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765/9. Awalnya, taman yang mendapat sebutan “The Fragrant Garden” ini memiliki luas lebih dari 10 hektare dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. Kebun yang digunakan secara efektif antara 1765-1812 ini pada mulanya membentang dari barat daya kompleks Kedhaton sampai tenggara kompleks Magangan. Namun saat ini, sisa-sisa bagian Taman Sari yang dapat dilihat hanyalah yang berada di barat daya kompleks Kedhaton saja.
Konon, Taman Sari dibangun di bekas keraton lama, Pesanggrahan Garjitawati, yang didirikan oleh Susuhunan Paku Buwono II sebagai tempat istirahat kereta kuda yang akan pergi ke Imogiri. Sebagai pimpinan proyek pembangunan Taman Sari ditunjuklah Tumenggung Mangundipuro. Seluruh biaya pembangunan ditanggung oleh Bupati Madiun, Tumenggung Prawirosentiko, besrta seluruh rakyatnya. Oleh karena itu daerah Madiun dibebaskan dari pungutan pajak. Di tengah pembangunan pimpinan proyek diambil alih oleh Pangeran Notokusumo, setelah Mangundipuro mengundurkan diri. Walaupun secara resmi sebagai kebun kerajaan, namun bebrapa bangunan yang ada mengindikasikan Taman Sari berfungsi sebagai benteng pertahanan terakhir jika istana diserang oleh musuh. Konon salah seorang arsitek kebun kerajaan ini adalah seorang Portugis yang lebih dikenal dengan Demang Tegis.
Kompleks Taman Sari setidaknya dapat dibagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat. Bagian selanjutnya adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun. Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua. Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan.
sumber
Depot Air Minum Isi Ulang JL Letjen Tamansari Yogyakarta

Tags: Kasongan Pasar Ngasem Sosrowijayan

Related Post "Pemasangan Depot Air Minum Isi Ulang JL Letjen Tamansari Yogyakarta"

Pemasangan Mesin RO 1000 gpd RSUD Temanggung Jawa Tengah
Mesin RO 1000 gpd RSUD Temanggung Jawa
Silahkan, Anda Juga Bisa Konsultasi / Tanya-tanya ke kami terlebih dahulu Via FB Comment Berikut ini :